MEDIALIGHT 34 - Digital Image : Copyright dan Creative Commons

Segala hal yang ditemukan atau diciptakan oleh seseorang atau suatu pihak tentu memiliki hak cipta. Penggunaan hak cipta tersebut berkaitan dengan perlindungan terhadap keorisinalitasan suatu karya. Sehingga tidak ada orang atau pihak lain yang bisa mengambil alih hak cipta suatu karya. Bila kita menggunakan hasil karya orang lain tanpa mencantumkan identitas hak cipta, maka kemungkinan besar kita telah melakukan tindakan plagiat Berikut pembahasan mengenai hak cipta dan bagaimana hak cipta itu bisa didapat serta alternative dalam mendapatkan hak cipta.
Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu Karya diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (UU No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta - UUHC 2014 )

Yang dianggap sebagai Pencipta, yaitu Orang yang namanya :
a.    disebut dalam ciptaan;
b.    dinyatakan sebagai Pencipta pada suatu ciptaan;
c.    disebutkan dalam surat pencatatan ciptaan; dan/atau
d.    tercantum dalam daftar umum ciptaan sebagai Pencipta.

Ketika sudah mempublish karyanya, pencipta memiliki 2 macam hak yaitu:
Hak Moral:
  • Hak untuk mencatumkan nama atau nama samaranya pada ciptaan;
  • Hak untuk mewajibkan pengguna ciptaan untuk menyebutkan nama Pencipta/Pemegang hak cipta pada setiap penggunaan;
  • Hak untuk mengubah judul ciptaan atau anak judul ciptaannya; 
  • Hak untuk mempertahankan diri dari penggunaan ciptaan yang bersifat merugikan kehormatan pihak Pencipta/Pemegang hak cipta.
  • Pencipta/Pemegang Hak Cipta:
Hak Ekonomi:
  • Hak untuk mendapatkan royalti dari setiap pelaksanaan hak ekonomi atas ciptaan yang diciptakan;
  • Hak untuk melarang setiap penggunaan ciptaan untuk kepentingan komersial.
Hak cipta sendiri tidak perlu didaftarkan. Asalkan orang yang menciptakan bisa membuktikan kalau itu karyanya sendiri yang bisa dilihat dari tanggal pembuatan dan publikasi. Kalau belum pernah dipublikasikan asal ada orang lain yang melihat dia menciptakan entah itu teman, karyawan atau asistennya maka bisa saja diajukan gugatan. Ini berarti kita sebagai orang yang merasa menciptakan karya tersebut terlebih dahulu, bisa menggugat pihak yang dianggap melanggar hak cipta karya kita.
credit image : copyrightfrance.com
Creatve Commons – Alternatif lain mengenai Hak Cipta
Creative commons bisa diartikan sebagai suatu organisasi non profit yang memiliki tujuan untuk memperluas cakupan karya kreatif, sehingga karya tersebut legal untuk digunakan orang lain secara gratis tanpa mengurangi esensi hak cipta bagi sang pencipta karya tersebut. Dalam hal ini lisensi creative commons akan menyediakan standar bagi pemegang hak cipta (copyright) untuk memberikan izin pada orang lain yang ingin menggunakan hasil karyanya.
Creative commons berupaya mempopulerkan budaya “free cultural works” atau budaya berbagi hasil karya sehingga karya-karya dengan ide yang brilian tidak hanya bisa digunakan oleh sang pencipta karya tersebut tapi juga bisa bermanfaat bagi orang lain.

Baca juga : http://www.medialight.id/2017/09/media-light-22-penggunaan-karya-cipta.html
Di Indonesia lisensi creative commons dapat digunakan sesuai dengan pasal 2 dan 45 UU Hak Cipta 19/2002. bahwa pemegang hak cipta berhak memberikan lisensi kepada pihak lain serta memberikan izin untuk mengumumkan dan/atau memperbanyak ciptaannya / produk hak terkaitnya dengan syarat tertentu.

Lisensi CC ini dapat digunakan secara gratis dan sederhana tanpa menggunakan perantara ataupun pengacara. Selain itu sudah terdapat symbol – symbol untuk mengkategorikan isi pernjanjian lisensi untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan praktek – praktek hukum dalam keseharian.
Jenis Lisensi
Simbol
Jenis Penggunaan
Batasan Penggunaan
Atribusi
(BY)

Komersial & Non Komersial
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan karya
- Adaptasi: Mengubah, menggubah, dan membuat karya turunan dari suatu karya
- Boleh Dikomersialkan selama mencantumkan kredit kepada penciptanya
Atribusi
Berbagi Serupa
(BY-SA)
Komersial & Non Komersial
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan karya
- Adaptasi: Mengubah, menggubah, dan membuat karya turunan dari suatu karya
- Boleh Dikomersialkan selama mencantumkan kredit kepada penciptanya
Atribusi
Tanpa – Turunan
(BY-ND)

Komersial & Non Komersial
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan karya
- Boleh Dikomersialkan selama mencantumkan kredit kepada penciptanya
Atribusi
Non Komersil
(BY-NC)

Non Komersial
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan karya
- Adaptasi: Mengubah, menggubah, dan membuat Karya turunan dari suatu karya
- Tidak dapat menggunakan Karya untuk kepentingan komersial
Atribusi
Berbagi Serupa
Non Komersil
(BY-NC-SA)

Non Komersial
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan karya
- Adaptasi: Mengubah, menggubah, dan membuat karya turunan dari suatu Karya
- karya yang kita modifikasi tidak boleh disebarluaskan
- Tidak dapat menggunakan Karya untuk kepentingan komersial
Atribusi
Non Komersil
Tanpa Turunan
(BY-NC-ND)

Non Komersial
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan karya
- Karya yang kita modifikasi tidak boleh disebarluaskan
Tidak dapat menggunakan karya untuk kepentingan komersial

Atribusi
Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan, bahkan untuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada kita atas ciptaan asli. Lisensi ini adalah lisensi yang paling bebas. Direkomendasikan untuk penyebarluasan secara maksimal dan penggunaan materi berlisensi.

Atribusi-BerbagiSerupa
Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bahkan untuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada kita dan melisensikan ciptaan turunan di bawah syarat yang serupa. Lisensi ini seringkali disamakan dengan lisensi "copyleft" pada perangkat lunak bebas dan terbuka. 



Seluruh ciptaan turunan dari ciptaan kita akan memiliki lisensi yang sama, sehingga setiap ciptaan turunan dapat digunakan untuk kepentingan komersial. Lisensi ini digunakan oleh Wikipedia, dan direkomendasikan untuk materi-materi yang berasal dari penghimpunan materi Wikipedia dan proyek dengan lisensi serupa.

Atribusi-TanpaTurunan
Lisensi ini mengizinkan penyebarluasan ulang, baik untuk kepentingan komersial maupun nonkomersial, selama bentuk ciptaan tidak diubah dan utuh, dengan pemberian kredit kepada kita.

Atribusi-NonKomersial
Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, dan walau mereka harus mencantumkan kredit kepada kita dan tidak dapat memperoleh keuntungan komersial, mereka tidak harus melisensikan ciptaan turunan dengan syarat yang sama dengan ciptaan asli.

Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa
Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada kita dan melisensikan ciptaan turunan dengan syarat yang serupa dengan ciptaan asli.

Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan
Lisensi ini adalah lisensi yang paling ketat dari enam lisensi utama, hanya mengizinkan orang lain untuk mengunduh ciptaan kita dan membaginya dengan orang lain selama mereka mencantumkan kredit kepada kita, tetapi mereka tidak dapat mengubahnya dengan cara apapun atau menggunakannya untuk kepentingan komersial.

Kreator nantinya bisa memilih Creative Common jenis mana yang bisa digunakan untuk karyanya. Ketika saya menggunakan facebook dimana kebanyakan friendlist saya adalah komikus dan pembuat gambar digital, banyak kejadian dimana terdapat plagiarism, arthief, atau karya yang diakui oleh orang lain. 

Kejadian seperti itu sangat marak dan tentunya menjadi perbincangan yang panas di sekitaran lingkup mereka, di facebook sendiri sudah terdapat form untuk melakukan pelaporan jika terdapat pelanggaran mengenai hak cipta, bisa dilaporkan disini .

Mungkin creative common ini dapat menjadi alternative dimana dapat mengurangi kejadian serupa terjadi dan dapat memberikan edukasi terhadap masyarakat mengenai hak cipta di era digital. 

Disini saya membuat bagaimana creative common nantinya dapat digunakan untuk gambar digital maupun komik strip



Sumber Referensi :
Putra, Arditama Nusantara. 2013. Skripsi. Lisensi Creative Commons : Bagaimana Hukum dapat Mempengaruhi Kreativitas ( Studi Kasus: Komunitas Web Series Indonesia). Depok. Universitas Indonesia


No comments:

Powered by Blogger.