MEDIA LIGHT 27 - Idealisme Jurnalis

Jurnalis saat ini masih mengelu – elukan wartawan udin yang kematiannya masih menjadi misteri dan kasusnya belum diselesaikan sampai sekarang. Udin sendiri menjadi symbol jurnalis yang idealis dan kematiannya diangkat menjadi cerita kepahlawanan berjudul “wartawan dibunuh oleh berita”. 

Credit Image : Kompasiana

Tetapi mereka sendiri sebenarnya takut dengan orang yang memiliki kuasa yang lebih tinggi, idealism hanya dipendam saja dan mengikuti apa yang diarahkan oleh pimpinannya. Selain itu menjadi jurnalis yang idealis tentunya akan menghadapi tantangan yang tidak mudah. 

Banyak ancaman yang akan didapat selain itu yang paling parah adalah akan dipenjarakan. Era kapitalis juga mendorong perubahan jurnalis yang idealis menjadi jurnalis dangkal yang hanya memuat berita yang tidak mendalam dan menjadikan berita – berita yang sebenarnya berat malah menjadi softnews. 

Pemberitaan juga mengambil sudut pandang lain yang mana berita itu tidak dibutuhkan oleh masyarakat, selain itu judul – judul yang diangkat terkadang tidak sesuai dengan isi berita yang mana beberapa kali menyulut pertikaian. 

Untuk menjadi jurnalis yang idealis harus juga dibarengi dengan media yang juga tidak mementingkan keuntungan diatas segalanya, yang mana sangat mudah tergerus ketika mengangkat suatu berita yang mementingkan keuntungan dan kredibilatasnya dikurangi. 

Tetapi lingkungan seperti itu pun juga harus diciptakan oleh jurnalis yang memang memiliki wewenang ketika membuat konten. Khalayak sudah menganggap media di Indonesia sendiri tidak bisa dipercaya karena pengaruh kepentingan dari pemilik media, dengan adanya idealisme wartawan dan pemberitaan yang cover both side maka kredibilitas jurnalis dan media akan kembali dipercaya oleh masyarakat.

No comments:

Powered by Blogger.