LIGHTVIEW 8 - "Now I am become Death, destroyer of worlds."

Kalimat dari teks suci Hindu tersebut terlintas di pikiran J. Robert Oppenheimer, bapak dari senjata nuklir, saat ia melihat bom nuklir pertama didetonasi. Dan memang benar, senjata nuklir secara cepat menjadi identik dengan kata kehancuran, kematian, dan mungkin merupakan bukti nyata pertama akan potensi umat manusia untuk meluluhlantakkan segalanya.

"A god incarnate. A city doomed." - Tagline
 Dengan sifatnya yang abu-abu secara moral, tema teknologi nuklir diangkat dalam dunia perfilman. Contoh yang sekarang sudah mendunia adalah serial film Godzilla; datang tak lain dari negara yang pertama kali diserang dengan senjata nuklir, Jepang. Artikel ini akan membahas iterasi film terbaru dari seri tersebut, berjudul Shin Godzilla, atau dikenal pula dengan Godzilla: Resurgence, yang rilis pada tahun 2016.

Alur Shin Godzilla berawal di Jepang, saat terjadi kecelakaan misterius dan terlihat sosok monster raksasa berbentuk ular, yang menjadi viral di media dalam sekejap. Namun, pihak pemerintahan Jepang meragukan autentitas footage yang bersifat amatir tersebut, dan menganggap makhluk tersebut hanya spesies paus baru. Tak lama setelah mereka membuat konferensi pers untuk menenangkan masyarakat, terdapat kabar bahwa makhluk tersebut sudah menginjakkan kaki di daratan.

Adegan-adegan berikutnya menunjukkan makhluk tersebut memporakporandakan jalanan di Jepang, dengan gaya sinematografi yang identik dengan footage peristiwa tahun 2011 di Jepang. Tak lama kemudian, pasukan JSDF datang, namun keputusan-keputusan dari pihak pemerintahan yang tidak efektif mengakibatkan makhluk tersebut lari. Setelah itu, dibentuk badan khusus untuk mengidentifikasi makhluk yang kemudian dinamakan Godzilla.

Penelitian mereka menemukan bahwa Godzilla merupakan akibat dari pembuangan-pembuangan limbah nuklir oleh manusia yang masih radioaktif dalam lautan, dan bahwa Godzilla masih dalam tahap evolusi. Saat Godzilla datang ke Jepang lagi, tingginya sudah mencapai lebih dari 100 meter, dan jauh lebih beringas. 



Senjata bantuan dari Amerika Serikat berdampak kecil, dan di hadapan monster tersebut, warga Jepang memiliki dua pilihan; evakuasi dan membiarkan sebuah bom nuklir dijatuhkan pada Godzilla, atau mengambil metode yang disimpulkan penelitian mereka, yaitu membekukannya dan menghindari bom nuklir ketiga dalam sejarah untuk dijatuhkan di Jepang.

Disutradarai oleh Hideaki Anno (dikenal oleh karya animasinya Evangelion), cerita Shin Godzilla mengangkat tema senjata nuklir serta politik birokrasi di Jepang, dan juga terinspirasi dari kejadian reaktor nuklir Fukushima serta tsunami yang menyerang negeri matahari terbit tersebut pada tahun 2011. 

Terkonsolidasi oleh latar belakang Godzilla sendiri, yang ikonik dengan senjata nuklir, Shin Godzilla memiliki plot yang lekat dengan sejarah Jepang, serta hubungan manusia dengan nuklir yang sudah berjalan beberapa dekade lamanya.

Shin Godzilla mendapat rating 6.7/10 di IMDb. Meskipun memiliki pesan yang kuat, teknik perfilmannya yang masih menggunakan aktor dalam pakaian Godzilla dengan teknologi CGI minim, serta alur yang fokus terhadap rapat birokrasi, kurang memberikannya perhatian secara internasional; namun diapresiasi di Jepang dan para fans berat Godzilla sendiri.

No comments:

Powered by Blogger.