MEDIA LIGHT 19 - Kebebasan Informasi: Sebuah Pendahuluan


Media online dapat dikatakan merupakan salah satu revolusi terbesar dalam bidang komunikasi dan informasi. Bentuk media yang diklasifikasikan sebagai sebuah media baru ini telah memburamkan definisi media yang kita ketahui selama ini, serta bentuk komunikasi yang menyertainya. 

Lebih menakjubkan lagi, perkembangan teknologi menyangkut media baru ini berkembang secara eksponensial, bahkan hampir tak terkendali. Hasilnya? Hukum berbagai negara, yang tidak hanya mencakup perundang-undangan mengenai media, ikut terlibat dalam usaha untuk menyusun sebuah konstitusi yang benar-benar mengatur kegiatan media baru ini. 

Namun, sampai sekarang, belum ada negara yang dapat benar-benar menekan penggunaan media baru yang menyimpang, sambil tetap memperjuangkan hak asasi manusia untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Dapat dikatakan bahwa media adalah sebuah pedang bermata dua, dan media baru tidak terkecuali dari kata-kata ini. Media baru merupakan penemuan yang berhasil menghubungkan seluruh dunia, negara maju maupun berkembang, dalam satu jaringan besar setiap saat. 

Setiap hari, bahkan setiap detik, informasi baru dimasukkan dalam jaringan ini, bebas bagi siapapun untuk mengaksesnya. Karena sifatnya yang sangat terbuka, media baru tidak memiliki gatekeeper untuk menyaring pesan yang masuk.

Informasi ini dapat berupa apa saja--dari sesuatu yang sering terjadi sampai yang jarang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Sekilas, ini merupakan sesuatu yang menguntungkan. Orang-orang mungkin berpikir bahwa akan lebih baik jika kita mencari lebih banyak informasi. 

Akan tetapi, seperti yang telah diutarakan sebelumnya, media adalah sebuah pedang bermata dua, dan makalah ini akan menjelaskan apa yang sebenarnya menjadi resiko ketika kita mencari informasi di media baru yang sekarang mulai dianggap sebagai sumber yang terpercaya.

Saat ini, media baru masih dipandang hanya sebagai sebuah bentuk media semata. Namun, pada kenyataannya, media baru telah melebihi sekedar bentuk media. 

Marshall McLuhan mengatakan bahwa medium is the message; pesan yang disampaikan dapat memiliki makna yang berbeda tergantung media yang digunakannya, dan perkataan ini menjadi sangat relevan dengan munculnya media baru. 

Pesan yang diutarakan melalui media baru akan ditanggapi secara berbeda oleh khalayak apabila dibandingkan dengan pesan yang disalurkan melalui media konvensional. 

Pesan yang dikeluarkan oleh saluran televisi yang terkenal memiliki afiliasi politik akan dianggap sebagai sebuah pesan yang telah dimanipulasi untuk memberikan citra bagus. Namun, pesan yang disalurkan lewat media baru akan dapat dipercaya, karena telah muncul anggapan bahwa media baru itu “benar”.

Fraser dan Wardle (2011: 545) mengatakan bahwa penggunaan media oleh para remaja sekarang sangat berbeda dengan penggunaan media lima belas tahun yang lalu, dan bahwa pendidikan media harus mengikuti perubahan ini, dengan menjaga jarak yang kritis terhadap pengaruh media baru. 

McDougall (2012: 145) mengutarakan pendapatnya bahwa media sedang mengalami proses perubahan, di mana segala bentuk media mengalami konvergensi, baik dalam bentuk konten maupun media yang digunakan. Contohnya, iPhone dan berbagai smartphone sekarang sudah dapat mencakup radio, televisi, dan koran dalam bentuk e-paper. Demikian pula, internet juga berisi berbagai bentuk media sekaligus.
(berlanjut di MEDIA LIGHT 20)

No comments:

Powered by Blogger.