MEDIA LIGHT 16 - Teorema Pornografi



Teori Efek Media Internet

Dalam kehidupan social, sikap dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor media, salah satu dari media yang ada saat ini dan masa depan akan terus dikembangkan yaitu Internet. Pada hakikatnya Internet merupakan suatu sistem komunikasi yang menggunakan sistem rangkaian gambar elektronik yang dipancarkan secara cepat, berurutan dan diiringi unsur audio visual. 

Internet tersebut dapat mempengaruhi sikap, atau perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari, dengan kata lain media Internet digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan informasi secara global, karena hanya dengan internet kita dapat melihat secara langsung melaui layar monitor komputer, dan reaksinya akan pada aktifitas individu ( personal ).

Teori komunikasi menunjukkan adanya efek-efek media Internet terhadap reaksi individu, maupun kelompok kehidupan social secara umum. Media Internet adalah sebuah proses efek pembentukan individu terhadap kehidupan sosial, efek tersebut terdapat pada diri seseorang dengan melihat dari dua sisi. Pertama dilihat dari sisi waktu efek pengaruh dan yang kedua dilihat dari bagaimana bentuk kesengajaan efek tersebut pada masyarakat.

Sehubungan dengan itu, maka teori tentang efek media yang dikemukakan oleh Dennis Mc.Quail menjelaskan bagaimana efek media Internet tersebut mempengaruhi kehidupan manusia. Pengaruh efek dari media Internet secara mikro dapat membentuk perilaku individu. Dennis kemudian menunjukkan dengan model reaksi individu terhadap efek media massa.

Efek media dapat berakibat pada efek kognitif, efek afektif, dan efek perilaku. Yang dimaksud dengan efek kognitif. Pertama, informasi yang diberikan oleh media massa kadang bersifat ambigu (mendua). Informasi kadang simpan siur, hal ini memyebabkan masyarakat sulit mempercayai kebenaran informaasi dari suatu media. 

Kedua, sebagaimana diketahui bahwa pengetahuan seseorang dapat mempengaruhi sikap orang itu. Karenanya, efek kognitif juga dapat membentuk sikap masyarakat. Ketiga, efek Kognitif dapat menggandakan sekian banyak permasalahan di suatu tempat. Efek ini akan membentuk sikap terhadap pemilihan lokasi berdasarkan pada permasalahan itu ada pada tempat itu. 

Keempat, efek kognitif dapat pula memperbesar permasalahan yang diberitakan. Kelima, efek kognitif juga akan berpengaruh pada nilainilai yang ada di masyarakat.

Credit Image : Intisari


Teori Cybersex di Internet

Penguasaan penggunaan komputer menyebabkan manusia dapat menciptakan berbagai program sofware sehingga orang dapat menerima, melihat atau membaca berita yang dikenal, yaitu melalui Cyberspace inilah orang dapat menjelajah lebih jauh dalam petualangan Cyberspace yaitu seks lewat internet.”Seks imajiner” sensual, erotisme yang dapat berkembang kearah kepuasan seksual baik secara batin maupun fisik, dan kemudian lahirlah istilah Cybersex

Secara terminologi Cybersex berasal dari kata Cyber dan Sex, Cyber yang berarti serat-serat optik yang berupa kabel-kabel dari alat/media komunikasi dan informasi seperti telepon, radio, TV, komputer dan internet yang dapat difungsikan untuk mengirimkan suara, gambar, dan daya/tenaga untuk menggerakkan alat/ barang. 

Sehingga dapat dijelaskan bahwa cybersex merupakan alternative kehidupan seks baru dalam media teknologi komunikasi atau jaringan luas yang menyajikan gambar gambar pornografi, dan pornoaksi dari sebuah jaringan komputer

Jadi cybersex di Internet ini merupakan suatu sistem komunikasi yang menggunakan suatu rangkaian gambar elektronik yang dipancarkan secara cepat, berurutan dan diiringi unsur audio visual. Khususnya Internet dapat mempengaruhi sikap perilaku sehari-hari seseorang, dengan menggunakan media Internet sebagai sarana layanan informasi secara global. 

Adapun tanggapan tentang suatu fenomena merupakan bayangan / gambaran yang tinggal pada ingatan seseorang setelah orang tersebut mengadakan pengamatan terhadap suatu fenomena mempengaruhi terhadap perilaku orang tersebut. Perilaku seseorang merupakan aksi orang tersebut terhadap tanggapannya tentang fenomena yang terjadi 

Teori Perilaku Seks Menyimpangan

Penyimpangan adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai suatu pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat. Dengan demikian, perilaku seks yang menyimpang bukan hanya sebuah tindakan semata, tetapi sebuah konsekuensi dari adanya norma dan penerapan sanksi yang dilakukan oleh orang lain terhadap pelaku tindakan tersebut.

Ada tiga karakteristik perilaku seks yang menyimpang yang ada hubungan dengan pathologi sosial, yaitu relatif, normal fungsional. Perilaku seks menyimpang bersifat relatif yaitu kadang sebuah perilaku itu disebut menyimpang, namun kadang pula dipandang tidak menyimpang oleh orang lain. Karena itu, Paul B.Horton dan Chester L. Hunt mengatakan, penyimpangan itu dapat ditolak namun dapat pula diterima. (Bungin, 2001:38)

Perilaku seks menyimpang terkadang dipandang pula sebagai perilaku normal, akan tetapi bagi anggota atau masyarakat normal, perilaku seks menyimpang adalah cermin memudarnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perkawinan dan norma seksual pada umumnya di masyarakat tersebut, serta pola-pola budaya lain di sekitar norma pengaturan perilaku seks di masyarakat.

Melihat gejala perilaku seks yang terjadi di masyarakat, baik itu dalam bentuk berita erotica yang diramu dalam paket informasi dan ditayangkan melalui media massa atau seperti yang terjadi dikalangan mahasiswa. 

Dengan kata lain mengacu pada sebuah teori adaptif Merton, maka perilaku itu dikategorikan sebagai perilaku seks yang menyimpang. Dalam teori tersebut dijelaskan bahwa aktor (individu) beradaptasi dengan pola-pola sosial budaya dalam memilih tujuan-tujuan (goals) dan alat-alat atau cara (means) yang digunakan.( Bungin, 2001:39)



No comments:

Powered by Blogger.