MEDIA LIGHT 12 - Pornografi dalam Perspektif Kajian Media


Perkembangan teknologi di dunia maya tidak hanya membawa dampak besar terhadap arus komunikasi secara global, tetapi juga memberikan jalur yang luas terhadap keterbukaan informasi yang semakin tidak terbendung kualitas dan kuantitasnya. 

Sebut saja maraknya dari begitu banyak kejahatan tradisional seperti kejahatan yang berkaitan dengan tindak asusila, merupakan satu dari beragamnya dampak pengaruh media online tersebut, yang sampai saat ini bahkan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan melalui perangkat-perangkat mudah akses seperti smartphone .Tidak terkecuali kalangan anak-anak, yang kerap kali dijumpai begitu akrab bersahabat dengan media online tersebut.


Credit image : Tribun Lampung


Penggunaan Internet yang nyaris tanpa kendali, menyebabkan anak-anak kita bisa menjadi korban kejahatan seksual, baik itu pornografi, prostitusi, trafficking, bullying, yang awalnya semua terjadi karena konten di dunia maya. 

Modusnya pun bermacam-macam, ada yang mengajak berkenalan di jejaring sosial, minta bertemu, kemudian saat kopi darat, buah hati kita bisa-bisa diculik. 

Menurut data KPAI, sejak 2011 jumlah anak korban pornografi dan kejahatan online semakin meningkat, hingga tahun 2014 ada 1022 kasus. Anak yang menjadi korban pornografi secara offline, jumlahnya 28 persen, objek tontonan porno 15 persen, dan anak korban kekerasan seksual online, sebanyak 11 persen. Sementara itu, 24 persen anak disinyalir memang memiliki materi pornografi.

Pornografi menjadi masalah yang begitu pelik dengan mudahnya akses terhadap materi-materi pornografi ini, berbagai upaya preventif memang sudah dilakukan pemerintah, namun hal ini tidak banyak membantu mengingat memang hal yang mustahil untuk menyerahkan masalah ini sepenuhnya kepada pemerintah. 

Kemudahan akses pada materi pornografi ini membuat hampir tidak ada yang bisa lepas dari bahaya pornografi ini, orang-orang dewasa, bisa mengakses materi pornografi ini dengan mudah! 

Terlebih lagi para remaja yang notabenenya adalah sasaran empuk materi pornografi ini sedang hidup dimasa peralihan ke zaman serba digital yang membuat kebanyakan remaja-remaja jauh lebih pintar daripada orang tuanya dalam hal menggunakan teknologi. Beberapa dampak nyata dalam beberapa penelitian yang sudah ada :

1) Kerusakan Otak. Kerusakan otak menjadi hal yang paling sering kita dengar, termasuk pada pembahasan tentang berbagai hormon sebelumnya, kita dapat melihat otak merupakan bagian yang paling banyak menerima pengaruh negatif dari kebiasaan mencandu pornografi 

2) Terjerat Seks Bebas, Kelainan Perilaku Seksual, Pelecahan Seksual, hingga Mengidap Berbagi Penyakit Kelamin. Tidak dapat dipungkiri, Pornografi merupakan awal dari seks bebas, kemudian penyimpangan perilaku seksual, tindakan pelecehan seksual, hingga yang pada akhirnya akan berakibat pada timbulnya berbagai penyakit berbahaya seperti misalnya HIV, dan anda pasti tahu betapa mengerikan-nya penyakit yang satu ini

3) Menghapuskan Nilai Penting Pernikahan. Tidak dapat dipungkiri ketika hal-hal yang seharusnya hanya didapat melalui sebuah pernikahan telah kita temukan lebih dulu pada materi-materi pornografi, sedikit tidak ini akan menghapuskan berbagai nilai-nilai penting yang terdapat dalam sebuah pernikahan

4) Menjadi Pelupa, Hingga Penurunan Kinerja dan Hubungan Sosial Memburuk
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Duisburg-Essen, Jerman menemukan bahwa pria akan cepat menjadi pelupa, tepatnya bermasalah dengan ingatan jangka pendek (short-term memory loss) apabila sering melihat atau menonton hal-hal yang “syur”.

No comments:

Powered by Blogger.