MEDIA LIGHT 11 - Generasi Biru Indonesia

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, blue film adalah penyakit dan banyak dampak negatifnya. Namun bagi sebagian lainnya, bisa jadi mereka menganggapnya sebagai bagian dari seni, seduction, hingga hanya sekadar hiburan bagi orang-orang dewasa. Namun akhir tahun 2016 Indonesia mendapatkan prestasi yang tidak bisa dibanggakan.

Menurut Survei yang dilakukan Pornhub, sebuah situs porno yang getol melakukan pengumpulan data, mengungkapkan fakta bahwa Indonesia menjadi Negara kedua pengakses situs penyedia jasa video dewasa tersebut.

Credit : Dakwatuna

Selain itu netizen Indonesia lebih doyan mengakses situs porno via ponselnya, ketimbang lewat personal computer. Hal yang mencengakan juga ternyata bisa menghabiskan waktu rata-rata 3 menit 36 detik cuma untuk streaming film yang sangat tabu di budaya ketimuran. 

Durasi tersebut dpat disetarakan dengan satu klip video musik. Kendati pemerintah getol memblokir konten porno, tapi dua data di atas nggak bisa membuktikan bahwa orang-orang Indonesia anti terhadap konten porno

Bicara tentang tema, orang Indonesia punya selera sendiri. Menurut Pornhub, pada tahun 2015, Indonesia duduk di posisi ketiga dalam urusan pencarian berkata kunci “ayah”. Sebagai informasi, tema keluarga dengan ayah sebagai tokoh utama adalah penggambaran hubungan incest. 

Tema ayah pun bisa menggambarkan sesosok pria yang minimal setengah baya atau lebih yang bersenggama dengan cewek yang jauh lebih muda darinya. 

Kata kunci kedua yang paling laris untuk orang-orang Indonesia membuat mata kita terbelalak. Ia adalah kata kunci “wanita hamil“. Bisa dibayangkan bagaimana fantasi orang-orang Indonesia dengan blue film dengan tema tersebut

Tahun berubah, selera berubah. Begitulah kalimat yang cocok menggambarkan data Pornhub tentang penikmat blue film asal Indonesia. Berdasarkan penemuan mereka, pada tahun 2016 lalu, netizen Indonesia paling sering mencari konten dengan kata kunci “anak sekolah” dan “ibu“. 

Cukup mengerikan juga kalau dipikir-pikir. Tak salah jika pada 2 tahun kebelakang banyak pelecehan seksual yang dilakukan kepada anak – anak dan ibu.

Jumlah pengakses Pornhub paling banyak asal Indonesia berasal dari generasi milenial. Jumlah pengakses milenial asal Indonesia ada 74 persen dan sisanya diisi oleh generasi yang lebih tua. Kondisi pengakses milenial tersebut dipercaya bakal terus bertambah semakin ke sini. 

Bahkan Riset yang dilakukan Telkomsel, bekerja sama dengan Yayasan Kita dan Buah Hati, pada 2015 melakukan survei pada siswa SD, kelas 4 sampai 6. Hasilnya, cukup mencengangkan. Dari 2.064 responden, sekitar 90 persen anak, sudah mengakses pornografi. Sebanyak 13 persen mengakses pornografi dari internet, dari Hp sebesar 5 persen dan menggunakan game online sebesar 13 persen. Sisanya, melihat pornografi dari akses lainnya.

Padahal bagi anak yang otaknya belum berkembang, pornografi sangat berpengaruh dan rentan menyebabkan adiksi serta merusak tumbuh kembang otaknya. Terdapat perubahan-perubahan pada anak yang mengalami masalah dengan pornografi. Tanda-tandanya: Anak menjadi depresi, menarik diri, berbicara mengarah ke arah seks, dan mengisolasi diri. 

Seharusnya pemerintah mengambil langkah tegas selain memblokir situs porno dan situs radikal. Pendidikan seks kepada anak dan remaja harus dilakukan agar tidak terjadi perilaku penyimpangan seperti pencabulan, sodomi terlebih fedofilia. 

Remaja yang mengakses situs pornografi dan sejenisnya akan merasa penasaran dan akhirnya melakukan hubungan seks yang mengakibatkan kehamilan diluar nikah, lalu dipaksa oleh orang tua mereka untuk betanggung jawab dan akhirnya menikah karena terpaksa. 

Setelah menikah bukan karena dasar cinta dan belum dewasa akhirnya mereka bercerai dan mengakibatkan keluarganya pecah, anak tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup dan pendidikan yang termarjinalkan sehingga regenerasi seterusnya akan menjadi lebih buruk kecuali mendapatkan penanganan dan binaan.

No comments:

Powered by Blogger.